Monday, October 26, 2009

Bisnis Internet: 5 kunci sukses mencari uang dari blog

Beberapa hari lalu saya menginformasikan bahwa saya harus memiliki wawasan bisnis dengan membeli 9 buah buku bisnis. Salah satu buku yang “menggetarkan” saya adalah buku Marketing Muhammad karena menjelaskan secara gamblang rahasia sukses nabi Muhammad dalam memenangi persaingan pasar.

Rahasia sukses ini terdiri dari 5 sikap yaitu jujur, ikhlas, profesional, silaturahmi, dan murah hati. Setelah merenungkannya, saya memahami bahwa konsep ini berlaku pula untuk mendapat uang lewat blog. Berikut ini adalah penjelasannya yang bisa membantu Anda sukses dalam mendapat uang lewat blog.

1. Jujur

Semua blogger yang tujuannya mendapat uang lewat blog punya harapan mendapat uang atau dolar dengan jumlah yang banyak. Namun, bagaimana apabila hasil yang diharapkan tidak juga muncul? Padahal telah banyak kiat, tips, dan cara yang digunakan.

Dalam menghadapi keadaan di atas, banyak blogger yang tidak berputus asa dan terus menggali pengetahuan, sehingga pada akhirnya muncul solusi bagi permasalahan mereka. Ada pula blogger yang kemudian menyerah dan beralih ke bidang lain (berhenti ngeblog).


Tak sedikit pula blogger yang kemudian memilih menggunakan jalan pintas dengan mendobrak dinding etika. Mereka berlaku tidak jujur, seperti:

* Menjelekkan pesaingnya
* Membesarkan produk secara berlebihan yang sebenarnya tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya
* Menyajikan data yang bohong
* Melanggar syarat dan ketentuan dari program yang diikutinya (curang)

Apa dampak tidak jujur?

Karena jujur merupakan peraturan sosial yang tidak tertulis, maka hukuman bagi yang tidak jujur juga bersifat sosial. Contoh-contoh hukumannya adalah dijauhi, diacuhkan, dan yang paling parah dimasukkan dalam daftar hitam oleh para blogger atau penyedia program monetisasi.

Jadi, dari pemaparan di atas, sudah jelas bahwa jujur adalah sikap pertama yang harus dimiliki para blogger yang ingin sukses make money blogging.

2. Ikhlas

Sikap ikhlas akan membentuk pribadi blogger yang tidak lagi memandang materi sebagai tujuan utama. Namun, lebih terbuka terhadap semua keuntungan, baik bersifat materi maupun non materi.

Seperti kita ketahui bersama, ngeblog dipilari oleh membuat konten bermutu, membangun jaringan, promosi, dan monetisasi. Melakukan keempat pilar ini tidak semudah membalikkan tangan karena membutuhkan banyak energi dan waktu lama.

Namun, bila blogger sudah memiliki sikap ikhlas, mereka akan senang (tanpa beban) melakukannya karena memang keuntungannya bukan berupa materi. Contohnya bisa saja seperti ini:

* Ikhlas membuat artkel pilar karena memang artikel yang Anda buat akan bermanfaat bagi blogger lain sehingga membantu blogger bersangkutan menjadi lebih baik.
* Ikhlas membalas komentar dan melakukan kunjungan balik.
* Ikhlas membacklink tulisan blogger lain tanpa takut penurunan page rank atau trafik
* Ikhlas men-support produk atau jasa yang dimiliki blogger lain tanpa meminta bayaran.

3. Profesional

Sikap profesional sangat penting dalam ngeblog. Sikap ini menjauhkan diri dari rasa malas, tidak mau berusaha, dan hanya mau menerima saja (tanpa mau memberi).

Sikap profesional juga membuat seorang blogger selalu cermat dalam setiap perbuatan yang dilakukannya, karen ia percaya bahwa hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Dengan demikian, memicu semangat untuk terus berusaha mengejar target yang diinginkan.

Pada akhirnya, sikap ini akan membawa sang blogger pada pemanfaatan waktu dan sumber daya yang semakin efektif dan efisien.

4.Silaturahmi

Silaturahmi menjadi jembatan yang menghubungkan seorang blogger dengan blogger lain. Selain itu, silaturahmi juga menjadi dasar dalam membina hubungan baik, tidak hanya kepada pelanggan, pengunjung, kolega, namun juga pesaingnya. Poin pentingnya, dengan silaturahmi seorang blogger dapat membangun jaringan yang tidak terbatas dan tentunya saling menguntungkan.

5. Murah Hati

Terkadang, setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, seorang blogger cenderung memanfaatkan kesetiaan tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Dalam hal ini, sang blogger tersebut tidak bermurah hati sehingga menghancurkan hubungan yang sudah terjalin.

Penting diingat, murah hati dapat menjaga siapa pun dari melakukan tindakan pembodohan dan pemanfaatan orang lain.
Kesimpulan

Jujur, ikhlas, profesional, silaturahmi, dan murah hati adalah sikap-sikap sukses untuk mendapat uang lewat blog.

* Jujur menghasilkan kepercayaan dan loyalitas
* Ikhlas menghasilkan ketenangan dalam aktivitas ngeblog
* Profesionalisme menghasilkan kesungguhan dan dedikasi tinggi
* Silaturahmi membentuk jaringan kerja yang tidak terbatas
* Murah hati menjaga diri dari memanfaatkan orang lain dan sombong.

Dengan menggabungkan kelima konsep di atas secara menyeluruh dan berkesinambungan, saya yakin trafik dan uang akan “mengejar” kita (bukan kita yang mengejar trafik dan uang).

Artikel yang berkaitan:

Masup kandang kambing, ngembek; masup kandang kebo, ngelenguh," demikian ungkapan dalam peribahasa Betawi yang merupakan nasihat agar seseorang dapat menyesuaikan diri dengan tempat dia tinggal.

Jadi, siapa pun yang tinggal di Jakarta, tempat tinggal masyarakat Jakarta asli atau Betawi, maka dinasihatkan untuk menyesuaikan diri, antara lain dengan memahami bahasa yang digunakan di wilayah itu yakni bahasa melayu Jakarta atau melayu Betawi.

Untuk membantu masyarakat memahami bahasa melayu Betawi atau bahasa Betawi maka saat ini mereka tidak perlu bingung lagi karena sudah ada panduannya, dalam bentuk sebuah kamus, yakni Kamus Dialek Jakarta dan Kamus Ungkapan dan Peribahasa Betawi.

Kamus "2 in 1" yang diterbitkan oleh penerbit Masup Jakarta telah diluncurkan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam sebuah acara di Puri Agung, Pemda DKI Jakarta, pada akhir Juli 2009, yang dihadiri banyak kalangan, khususnya tokoh-tokoh masyarakat Betawi.

Kamus yang merupakan edisi revisi itu disusun oleh Abdul Chaer, orang Betawi yang juga pengajar bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Kamus tersebut pertama kali diterbitkan pada 1976 dengan penulis yang sama. Berbeda dengan kamus yang pertama, kali ini kamus tersebut dilengkapi dengan kamus ungkapan dan peribahasa Betawi.

Mengapa kamus itu dinamakan Kamus Dialek Jakarta, bukan Kamus Dialek Betawi? Menurut Abdul Chaer, karena kamus tersebut tidak hanya memuat kata-kata yang digunakan oleh orang Betawi, tapi juga yang digunakan warga Jakarta dan sekitarnya secara keseluruhan.

Dalam kamus "2 in 1" itu, selain pembaca dapat mengetahui tentang makna sebuah kata, juga memperoleh penjelasan selintas tentang asal bahasa Betawi yang digunakan oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Di kamus itu antara lain dijelaskan bahwa secara historis linguistik, alat komunikasi verbal yang disebut bahasa Betawi sebenarnya hanyalah sebuah dialek regional dari bahasa Melayu.

Karena merupakan dialek regional dari bahasa Melayu, maka banyak persamaannya dengan bahasa Melayu umum atau bahasa Indonesia. Namun demikian, ada juga perbedaannya, terutama dilihat dari segi lafal dan sejumlah kosa kata.

Dijelaskan juga bahwa bahasa Betawi bukanlah bahasa yang mandiri. Meski demikian, fakta bahwa bahasa Betawi digunakan oleh sekelompok masyarakat yang tinggal di wilayah yang merupakan ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Abdul Chaer dalam pengantarnya menulis, kamus tersebut disusun dengan maksud, pertama untuk melengkapi kepustakaan bahasa Betawi yang sudah ada; kedua, untuk mendokumentasikan salah satu khazanah Betawi yaitu ungkapan-ungkapan bahasa Betawi yang kini telah banyak tidak dikenal orang.

"Generasi muda Betawi saja kini telah banyak yang tidak tahu makna-makna ungkapan seperti `kematian obor`, `kedebong anyut` dan `ngejemur kunut`," kata Abdul Chaer.

Sementara itu, Harimurti Kridalaksana dalam pengantarnya mengatakan, kamus tersebut mempunyai dua manfaat.

Pertama, manfaat ideil karena merupakan usaha untuk memelihara salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia. Kedua, manfaat praktis karena berguna bagi setiap orang yang ingin tahu lebih banyak tentang dialek Melayu Jakarta yang makin besar peranannya itu.

Karya besar

Ahli lingustik dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Bambang Kaswanti Purwo, berpendapat, Kamus Dialek Jakarta ini adalah salah satu dari enam karya besar mengenai dialek Jakarta atau dialek Betawi yang terdiri atas empat disertasi dan dua kamus. Salah satu dari penulis kamus itu adalah putra Betawi yakni Abdul Chaer.

Bagi Bambang, yang bukan merupakan penutur Betawi, kamus ini membantunya dalam memahami dan bagaimana membaca kata seperti "sebel" atau kata "bebek" dan artinya.

Ia juga memahami arti merejeng yang artinya menangkap dan memegang, tapi kegiatannya tidak dapat dilakukan seorang diri, harus dilakukan oleh banyak orang.

"Setahu saya, ini kata khas Betawi, tidak ada padan kata ini dalam bahasa Indonesia," katanya.

Ia juga mengatakan, sangat terbantu memahami sejumlah kata karena banyak yang (agaknya) berasal dari bahasa Jawa seperti wareg, bae, dan ora.

Hanya saja, menurut dia, dia tetap tidak dapat menangkap apa arti kata "pada". Di dalam bahasa Jawa ada kata "pada" yang dipakai untuk menandai bahwa yang melakukan adalah banyak orang.

Ia mencatat masih ada sejumlah kata yang tidak tercetak dalam kamus ini, seperti kata "pada", "bari", "bletak-bleneng", dan "adah".

Bambang juga menyatakan kebingungannya untuk memahami kata "tau" karena dapat diartikan ganda yakni berarti "tahu" seperti dalam kalimat "Aye tau nyang die mao ame aye" atau "tidak tahu" seperti dalam kalimat "Tau tu, aye juga kurang jelas".

Untuk sementara ia menyimpulkan bahwa apabila kata "tau" itu tidak berdiri sendiri, misalnya didahului oleh pronomina (seperti "gua", "lu") atau kata modal seperti "udah", negasi (nggak), maka artinya adalah positif. Namun, jika berdiri sendiri, maka maka artinya adalah negatif.

Mungkin benar, belum semua kata atau ungkapan yang digunakan masyarakat belum terekam dalam kamus itu. Karena itu, muncul harapan agar kelak akan ada terbitan Kamus Dialek Jakarta yang lebih lengkap. Bahkan, Bambang Kaswanti Puro mendambakan adanya kamus dalam dua arah, juga dari bahasa Indonesia ke dialek Jakarta.

Namun Jakarta dan warganya telah diuntungkan karena kamus yang komprehensif ini bukan saja dapat menjadi pegangan dalam penggunaan dialek Jakarta yang "ngetren" itu, tapi juga menjauhi pemakainya dari kekacauan "ngomong" Jakarta seperti yang kini banyak terjadi. (*)
(Sumber: www.antaranews.com)

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

No comments:

Post a Comment