Monday, October 26, 2009

Abuzubair.wordpress.com: DURHAKA KEPADA ORANG TUA

DURHAKA KEPADA ORANG TUA

TERMASUK DOSA BESAR

Oleh Ummu Salamah as-Salafiyyah

Dari Abdillah bin Amir bin al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda:

“Dosa besar itu adalah syirik kepada Alloh, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa seseorang dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari).

Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Pernah disebutkan dosa-dosa di dekat Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, maka beliau bersabda:

‘Syirik kepada Alloh dan durhaka kepada kedua orang tua.’ Dan beliau bersandar lalu beliau duduk seraya berkata, ‘Dan kesaksian palsu atau ucapan dusta.’” (Muttafaq ‘alaihi).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda:

“Yang termasuk dosa besar adalah celaan seseorang terhadap kedua orang tuanya.”


Mereka bertanya:

‘Wahai Rasulullah, apakah ada orang yang mencela kedua orang tuanya?”

Beliau menjawab :

“Ya, seseorang mencela ayah orang lain, maka berarti dia telah mencela ayahnya sendiri. Dan dia mencela ibu orang itu berarti dia telah mencela ibunya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda:

“Sesungguhnya Alloh Ta’ala mengharamkan kalian untuk durhaka kepada ibu-ibu kalian, man’an haatin (menolak kewajiban dan menuntut yang bukan haknya), mengubur hidup-hidup anak perempuan. Dan Alloh membenci kalian dalam hal menyebar kabar yang tidak benar, banyak meminta-minta, dan menyia-nyiakan harta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits Abud Darda’ dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam beliau bersabda:

“Tidak akan masuk Surga orang yang durhaka, pecandu khamr, dan orang yang mendustakan takdir.”

Ini adalah hadits hasan sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab ash-Shahiih al Musnad mimmaa Laisa fii ash-Shahiihain.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam beliau bersabda:

“Tidak ada yang berbicara di dalam buaian, kecuali hanya tiga orang, yaitu:Isa putra Maryam, bayi yang menyelamatkan Juraij. Juraij adalah seorang yang taat beribadah. Dia membangun tempat ibadah dan dia selalu berada di dalamnya.

Suatu saat, ibunya datang sedang ia tengah mengerjakan shalat. Sang ibu berkata, ‘Hai Juraij.’ Juraij berkata(dalam hati), ‘Ya Rabb-ku, ibuku atau aku teruskan shalatku?’

Lalu dia meneruskan shalatnya sedang ibunya kembali pulang. Dan pada keesokan harinya ibunya datang lagi dan dia pun tengah mengerjakan shalat. Ibunya memanggil, ‘Hai Juraij.’ Juraij pun berkata (di dalam hati), ‘Ya Rabb-ku, ibuku atau aku teruskan shalatku? Maka ia tetap meneruskan shalatnya.

Dan pada hari berikutnya, ibunya datang lagi pada waktu Juraij tengah mengerjakan shalat. Maka ibunya pun memanggil, ‘Hai Juraij.’ Juraij pun berkata, ‘Wahai Rabb-ku, ibuku atau aku teruskan shalatku?’

Lalu ia tetap meneruskan shalatnya. Maka ibunya berdoa, ‘Ya Alloh, janganlah Engkau mematikannya sehingga dia melihat wajah (berurusan dengan) pelacur.’

Kemudian orang-orang Bani Israil memperbincangkan Juraij ini dan ibadahnya. Pada waktu itu ada seorang wanita pelacur yang kecantikannya menjadi idola. Pelacur itu berkata, ‘Seandainya kalian menghendaki, niscaya aku sanggup menguji Juraij.’

Kemudian wanita itu datang dan mengganggu Juraij, tetapi dia tidak sedikitpun menoleh kepadanya.

Selanjutnya wanita itu datang kepada seorang penggembala dan mengajaknya ke tempat ibadah Juraij dengan menyerahkan diri kepada penggembala itu untuk di zinahi. Dan penggembala kambing itupun mau memenuhi ajakan wanita tersebut hingga akhirnya wanita itu hamil. Ketika wanita itu melahirkan seorang bayi, dia berkata, ‘Bayi ini adalah hasil hubunganku dengan Juraij.’

Kemudian orang-orang Bani Israil itu datang kepada Juraij dan memaksanya untuk turun, lalu mereka menghancurkan tempat ibadahnya itu serta memukulinya. Juraij berkata, ‘ Mengapa kalian berbuat seperti ini?’

Mereka menjawab, ‘Engkau telah berbuat zina dengan pelacur itu sehingga dia melahirkan seorang bayi dari dirimu.’ Juraij berkata, ‘Mana bayi itu?’

Mereka membawa anak bayi itu dan Juraij berkata, ‘Tunggu dulu, saya akan mengerjakan shalat.’

Juraijpun shalat dan setelah selesai, Juraij datang kepada bayi itu, lalu dia tekan perut bayi tersebut sambil bertanya, ‘Wahai bayi, siapakah bapakmu?’ Bayi itu menjawab, ‘Si Fulan, seorang penggembala.’

Kemudian orang-orang Bani Israil itu menerima perkataan Juraij, lalu mencium dan meminta maaf kepada Juraij seraya berkata, ‘Kami akan membangunkan sebuah tempat ibadah dari emas untukmu.’

‘Jangan, bangunkan kembali tempat ibadahku dari tanah seperti semula.’ sahut Juraij. Maka merekapun membangunkan tempat ibadah untuk Juraij. (HR. Bukhari dan Muslim)

Anehnya, sekarang ini kita menyaksikan sebagian pemuda yang begitu tunduk kepada isteri mereka, sementara mere ka durhaka kepada ibu mereka. Dan mereka tidak menyadari bahwasanya akan datang suatu hari dimana mereka akan membutuhkan bakti anak-anak mereka, sebagaimana orang tua mereka sekarang membutuhkan bakti mereka kepadanya. Dan balasan itu akan didapat seperti apa yang dikerjakan.

Betapa indahnya ungkapan orang yang berkata:

Kunjungilah kedua orang tuamu dan berdirilah di atas kuburan mereka

Seakan-akan diriku telah engkau bawa ke tempat itu

Jika engkau berada dimana mereka berada dan keduanya ada di akhirat

Niscaya keduanya akan mengunjungimu dengan merangkak dan bukan berjalan di atas kedua kakinya

Dosa mereka berdua tidak akan beralih kepadamu dan cukup lama mereka mencurahkan cinta yang murni dari dalam lubuk hati mereka

Jika keduanya melihat rintangan menghadangmu maka keduanya akan merasa sedih atas keluhanmu dan terasa sesak oleh keduanya.

Dan jika keduanya mendengar rintihanmu, maka mereka mencucurkan air mata di pipi mereka karena kasihan kepadamu

Keduanya berharap agar engkau menemukan ketenangan dengan semua yang meliputi harta milik mereka.

Engkau pasti akan menemuinya esok atau lusa

Sebagaimana mereka telah menemui kedua orang tua mereka

Hendaklah engkau mendahulukan baktimu kepada mereka

Sebagaimana mereka telah mendahulukan dirimu atas diri mereka.

(Kitab al Birr wash Shilaah, hal 137, karya Ibnul Jauzi)

Dinukil dari Kitab “Dapatkan Hak-Hakmu Wahai Muslimah!”, penulis Ummu Salamah as-Salafiyyah, penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

Artikel yang berkaitan:

Kisah dua anak desa

"Be careful of your wish for, because it may happen (Anonymous)"

Masa depan, apakah ia dimiliki oleh orang-orang tertentu? Atau ia bebas dimiliki siapa saja? Saya ingin menuturkan dua kisah anak desa yang membuktikan ia milik siapa saja.

Pada suatu malam pada tahun 1981 di sebuah kamar berukuran 3x4 meter, sambil menikmati pisang ambon kegemaran kami, saya mendengarkan dengan seksama penuturan seorang sahabat tentang impiannya untuk keliling dunia. Ia bercerita sambil menggenggam sebuah buku kisah perjalanan. Saya lupa judulnya.

Kami berdua bertetangga, tinggal di kampung, di sebuah kota kecil, Pandeglang, Banten. Membaca buku merupakan kemewahan bagi kami saat itu. Ada dua cara yang biasanya kami lakukan untuk mendapatkan buku; pertama, pinjam kepada Harry, anak dokter satu-satunya di kota kami saat itu. Kedua, pinjam ke perpustakaan umum, sekitar lima kilometer di pusat kota.

U. Saefudin, nama sahabat kecil itu. Belakangan ia tambahkan nama ayahnya, Noer, di belakang namanya. Saya sering memanggilnya Ka Udin, sebab ia lebih tua setahun. Saefudin sangat menghormati kedua orangtuanya. Belakangan, setelah ia bekerja, orang-orang memanggilnya sebagai Pa Uu.

Sejak kecil saya mengenalnya sebagai pribadi yang senang berorganisasi dan sarat prestasi akademik. Dua hal yang kadang saling bertentangan dan saling meniadakan, namun tidak bagi Saefudin.

Di sela-sela belajar bareng, dia sering menunjukkan buku-buku puisi karya WS Rendra dan puisi-puisi karyanya yang dimuat di majalah Hai. Ada bakat besar untuk menjadi penyair pada dirinya, karena ia juga sarat dengan prestasi seni baca puisi. Saking seringnya menang perlombaan baca puisi, ia dilarang ikutan lomba lagi di tingkat kabupaten dan justru dijadikan juri oleh guru SMP kami.

Saefudin mampu memadukan kegairahan belajar di kelas, hobi berorganisasi di luar kelas dan keluasan pergaulannya dengan para seniman dan penggiat aktivitas kemasyarakatan, termasuk Pramuka. Ia tidak pernah terlihat lelah bila sedang berorganisasi. Diam-diam, saya belajar darinya, sembari mengagumi berbagai kelebihannya. Tentu, tak ada manusia yang sempurna.

Dengan ketekunannya itu, ia sanggup menembus FISIP UI melalui jalur Sipenmaru (sekarang jalur UMPTN), meski sempat tertunda setahun. Kegagalannya pada kesempatan tahun pertama ia sikapi dengan positif melalui kerja keras, tanpa lelah. Saat ia mempersiapkan ujian masuk UI pada kesempatan kedua, saya kerap mengunjunginya di kampung saat libur perkuliahan di Bogor.

Saat ia kuliah di Depok, kami terus berhubungan. Rupanya, di luar jam kuliah, ia meneruskan gairahnya berorganisasi. Badan Perwakilan Mahasiswa FISIP UI ia pimpin, organisasi ISAFIS ia tekuni, dan ia juga masih rajin mengirim surat dan puisi pada teman-temannya, termasuk saya.

Saat di kampus itu, ia sempat terpilih sebagai mahasiswa teladan UI. Bahkan, saat lulus tahun 1991, karya tulisnya mendapat penghargaan skripsi terbaik dari AIPI. Saya diajaknya ke Gedung LIPI untuk memperoleh penghargaan itu, untuk seterusnya ditraktir makan siang.

Hati-hati dengan impianmu, sebab ia akan menjadi kenyataan, demikian nasihat seorang bijak. Saat di kampus, Saefudin mendapat berbagai kesempatan ke luar negeri melalui beasiswa. Jepang adalah negara pertama yang ia kunjungi melalui program Nakasone, menyusul negara-negara lain. Tak terhitung.

Prestasi dan perjalananannya melintasi lima benua semakin menjadi-jadi saat ia merintis karir profesional yang disertai kelincahannya bergaul dengan berbagai kalangan.

Saefudin sempat ditempa Ekie Syachrudin di perusahaan konsultan nasional dan kemudian ia bergabung dengan konsultan manajemen multinasional yang berbasis di Punta Gorda, Florida, USA, untuk operasi wilayah Asia Pasifik.

Setelah itu, ia melesat bak anak panah, menjadi salah satu tim khusus ABAC (APEC Board Advisory Board) mendampingi beberapa tokoh nasional seperti Muchtar Mandala (Dirut Bank Duta saat itu), AR Ramly (mantan Dirut Pertamina dan Duta Besar RI utk Amerika Serikat), dan Bustanil Arifin (Mantan Menkop).

Berbekal semua pengalamannya itu, Saefudin kemudian memilih dunia keuangan dan perbankan sebagai jalan hidupnya. Setelah merintis karir di Bank Duta dan Bank Syariah Mandiri, Saefudin dipercaya menjadi Direktur Bank Muamalat pada tahun 2004 hingga tahun 2009. Setelah menuntaskan tugasnya di bank syariah pertama tersebut, kini ia menjadi penanggungjawab unit bisnis syariah di CIMB Niaga.

Teman, kisah Saefudin Noer ini adalah kisah nyata tentang dahsyatnya impian masa kecil yang terus dirawat, dipupuk dan terus diraih dengan bekal kompetensi, ketekunan dan silaturahmi. Boleh jadi, pengalaman Saefudin ini mewakili pengalaman Anda juga, bukan?.

Mari rawat impian-impian hidup kita dan kita tularkan juga pada anak-anak kita. Teruslah pupuk dan sirami dengan pikiran-pikiran dan kebiasaan positif. Wujudkan dengan bekal kompetensi, ketekunan dan silaturahmi, sebab kesuksesan adalah pertemuan antara kompetensi dan kesempatan. Kesempatan banyak mendatangi orang yang senang bersilaturahmi. Tentu, semuanya harus disertai doa kepada Tuhan, Sang Maha Pemilik Jiwa dan Alam Semesta ini. Soal waktu, impianmu menjadi hidupmu.

Kisah nyata serupa saya jumpai pada perjalanan hidup salah satu kolega di LKBN ANTARA, Akhmad Kusaeni. Teman-teman saya di kantor memanggilnya dengan sebutan sederhana, Oe (baca: O-E bukan U). Fisiknya tidak tinggi, namun impian masa kanak-kanaknya tinggi sekali, melintasi sekat ruang dan waktu.

Oe juga tinggal di sebuah kampung di Lebak, Banten, jauh dari akses dan kemudahan yang banyak dimiliki anak-anak lain. Oe pun terus memupuk impiannya, tekun mewujudkannya, terbuka terhadap pengetahuan baru dan rajin bersilaturahmi. Menurut sahabat Oe sewaktu ia masih kecil - Ujang Rahmansyah (salah seorang pejabat di Pemerintah Kota Tangerang) - sejak kecil, Oe banyak membaca buku milik temannya.

Ia pun tidak punya kemewahan untuk memiliki buku-buku cerita dan buku pengetahuan umum lainnya, namun Oe kecil punya teman pemilik kios buku dan koran di kota kecil tempatnya tinggal, kotanya Max Havelaar. Ujang lantas bertutur, Oe adalah anak yang punya impian keliling dunia sejak kecil dan visualisasinya melalui buku-buku yang ia baca. Oe juga sering mengunjungi Ibunya Ujang, seorang guru SD yang sederhana.

Impian Oe ini nyaris serupa dengan impian Saefudin. Impian keduanya lantas menjadi kenyataan, yang dimulai dari kekuatan pikiran atas impian-impian masa kecil. Oe berulang-ulang membaca karya Julius Verne dalam bukunya; "Around the World in 80 Days" yang menginspirasi impiannya.

Dalam karirnya, Oe pernah menjadi Kepala Biro Antara di New York, mengambil master di Philipina dan telah mengunjungi negara-negera di lima benua dalam tugas-tugas jurnalistiknya, hingga saat ini.

Ada kemiripan keduanya, punya prestasi akademik, sama-sama masuk UI meski pada tahun yang berbeda, sama-sama doyan berorganisasi dan senang bergaul. Semuanya diawali oleh sebuah kebiasaan sama pada masa kecil, gandrung buku yang mendorongnya untuk punya impian-impian besar. Dulu mereka adalah anak-anak desa yang tidak mudah mengakses buku pada masanya, but if there is a will; there is a way, bukan? Kisah dua anak ini boleh jadi menjadi kisah siapa saja.

Bagaimana dengan kita? anak-anak kita?

Punya impian adalah langkah kecil yang bisa berdampak besar pada perjalanan hidup kita dan mereka, anak-anak kita. Meski, kadang-kadang impian anak-anak bisa berubah-ubah setiap saat. Biarkan saja. Namun, memiliki impian adalah langkah kecil pertama untuk hidup yang lebih besar, Insya Allah. Wallahu'alam. (***)

(Sumber: www.antaranews.com)

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
@ fadhilah dan hikmah Al-Quran
@ Seputar Piala Dunia 2010 Afrika Selatan
@ 2010 FIFA World Cup South Africa
@ Seputar kisah-kisah
@ Kumpulan bisnis internet

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

No comments:

Post a Comment

Post a Comment